PERTEMUAN PERTAMA CB AGAMA

Ketiagan Hari Pertama – 21 Oktober 2017

Pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017, kelompok kami yang beranggotakan 5 orang (Dodi Jaya Teguh, Fani Masturina, Mike Christ Heru, Roberto Nicolas, Steven Juniar) datang mengunjungi Gereja Stella Maris yang beralamat di Jl. Taman Pluit Permai Timur Nomor 17, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Sebelumnya salah satu dari teman kami telah melakukan survey terlebih dahulu untuk mengunjungi gereja ini. Gereja ini sangat mudah ditemukan karena lokasinya berada di depan jalan raya. Tujuan kami mengunjungi Gereja Stella Maris kali ini adalah untuk mewawancarai seorang pastur yang merupakan salah satu tokoh dalam agama Katolik. Pastur yang kami wawancarai bernama Pastur Marcelus Koa, M.Sc.

Kami tiba di Gereja Stella Maris sekitar pukul 8 pagi WIB. Ketika tiba di Gereja Stella Maris kelompok kami diarahkan untuk menuju ruang kesekertariatan gereja. Wawancara dilakukan pada salah satu ruangan yang terdapat pada gedung sekertariat.

Ketika romo sudah tiba, kami ber-5 berserta romo memasuki salah satu ruangan di gedung sekertariat untuk melakukan kegiatan wawancara. Kemudian setelah selesai wawancara kami ber-5 meminta tanda tangan bukti kehadiran dan berfoto berserta romo sebagai bukti telah melakukan wawancara.

Berikut adalah ringkasan hasil wawancara yang telah kami lakukan
1. Kemanusiaan adalah sifat yang dimiliki oleh manusia untuk saling menghormati, tolong menolong, menghargai sesama manusia lain tanpa harus mengenal agama apa yang orang tersebut anut, ras apa yang ia miliki, atau dari suku mana ia berasal.

2. Rasa saling peduli terhadap manusia itu sangat penting sekali, karena kita manusia merupakan makhluk sosial yang tidak akan mungkin hidup sendiri, dengan kata lain kita butuh bantuan orang lain agar dapat tetap hidup. Bayangkan jika kita hidup hanya bergantung pada beberapa sisi atau pihak-pihak tertentu. Akan ada ketidakseimabangan.

3. Masalah-masalah di timur tengah seharusnya tidak terjadi jika setiap manusia di muka bumi ini memiliki sifat kemanusiaan. Rasa kemanusiaan masih sangat kurang jika kita kurang memahami kehadiran Tuhan dalam jiwa ini. Tuhan mengajarkan umatnya menjadi manusia dan memanusiakan manusia lainnya.

4. Permasalahan sosial yang ada di Indonesia adalah rasisme. Permasalahan ini cukup kompleks dan bahaya karena bisa memecah belah NKRI. Kurangnya rasa tolerasi juga mampu memecah rasa kemanusiaan. Maka dari itu perlu adanya upaya pemerintah dalam membangun kembali rasa saling peduli dan gotong royong.

5. Dampak rasa acuh manusia dengan manusia lainnya antara lain adalah hilangnya rasa peduli terhadap sesama, hilang hidup saling tolong menolong, rasa kebencian cepat menyebar dan muncul tindakan-tindakan tidak rasional yang seharusnya tidak terjadi. Kurangnya rasa toleransi juga datang dari kurangnya pengetahuan dan kesadaran terhadap perbedaan. Meskipun pengetahuan biasanya hadir dari pendidikan formal namun pengetahuan mengenai rasa toleransi dan keberagaman antar sesama dapat dikembangan dengan bersosialisasi dan lingkungan yang heterogen.

6. Toleransi memberikan dampak yang cukup signifikan pada permasalahan sosial yang menyangkut agama. Karena hanya dengan toleransi kita dapat menyelesaikan permasalahan sosial yang ada. Toleransi sebaiknya memang ditanamkan sejak kecil karena rasa kepedulian dan perbedan itu memang ada di mana saja, selain tu mengapa toleransi menjadi begitu penting? karena Indonesia adalah negara yang beragam, tidak hanya dari segi agama. namun juga dari segi yang lain. jika rasa kepedulian terbagi-bagi karena perbedaan agama, bisa saja suatu hari nanti Indonesia terpecah karena perbedaan yang lain. Ada beribu alasan manusia untuk terpecah belah, namun hanya ada satu alasan kita dapat bersatu yaitu toleransi.

7. Permasalahan sosial yang terselubung di Indonesia antara lain adalah kurangnya rasa saling bersaudara, kurangnya rasa solid dan saling memiliki. Sehingga beberapa orang merasa paling spesial dan merasa berada di posisi terbaik dibanding kaum yang lain. Hal ini adalah sifat yang harus di jauhi karena menjadi salah satu alasan mengapa toleransi tidak dapat berjalan dengan baik. Mungkin diskusi lintas agama adalah cara bertukar pikiran yang baik, namun tidak semua orang memiliki ilmu agama yang baik pula. Salah satu cara membangun rasa toleransi di negri ini memang harus dari diri sendiri terhadap orang lain.

8. Kami setuju bahwa tidak ada agama yang mengajarkan keburukan, kebencian dan kejahatan. Semua hal yang membuat agama menjadi buruk dipandangan orang lain disebabkan oleh kita sendiri. semua agama mengajarkan kebaikan dan kedamaian.

Ada banyak pelajaran yang kami dapatkan selama melakukan sesi interview dengan Pastur Marcelus Koa, M.Sc, karena beliau menjelaskannya secara terperinci dan juga beliau memiliki pandangan yang luas mengenai Indonesia, kemanusiaan, dan agama. Sesi interview diakhiri dengan foto bersama, tidak hanya bersama dengan romo, namun kami juga di sambut baik dengan sekertariat-sekertariat di sana.

Untuk penjelasan yang lebih jelas dan lebih baik akan ada video yang telah direkam untuk disaksikan. Berikut cuplikan wawancaranya:
Video 1 = https://drive.google.com/file/d/13dV4G77ypk3OjlY5lfcX4WPKoOMuep4S6g/view?usp=sharing
Video 2 = https://drive.google.com/file/d/1-LCkWYb5ewxKq0YMKQo2IAZVQAn3mXc8mA/view?usp=sharing
Video 3 = https://drive.google.com/file/d/1IZSdf3J7gpv4bZVUZIQK7fyMBALuu-evHw/view?usp=sharing
Video 4 = https://drive.google.com/file/d/1h1DY0O99vchBwWiQDtTJLruTchhufKn7Hg/view?usp=sharing

dan dokumentasi hasil dari wawancara (foto bersama):

Author: fanimasturina

Hi! i'm Fani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *